Wednesday, 24 October 2012

sekidar Info 

Ghiboo.com - Lusa, umat muslim akan merayakan Hari Raya Idul Adha. Biasanya, hari raya ini diwarnai dengan ritual penyembelihan hewan qurban.

Kambing menjadi hewan terfavorit untuk disembelih pada saat hari raya. Tak hanya karena harganya murah, daging kambing juga memberikan banyak manfaat bagi tubuh.
Pengontrol berat badan

Daging kambing memiliki lemak paling rendah dibanding daging sapi, babi dan ayam. Rendahnya lemak dalam daging sapi membantu Anda mengendalikan berat badan, sehingga menurunkan risiko obesitas yang memicu penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Dalam setiap 100 gram daging kambing mentah hanya memiliki 109 kalori dan 21 gram protein. Menurut penelitian Harvard School of Public Health, protein dalam daging kambing juga membantu menekan rasa lapar, sehingga Anda makan lebih sedikit.
Mencegah anemia

Daging kambing juga tinggi akan zat besi. Zat besi merupakan mineral penting untuk mencegah anemia, yang menjadi ancaman bagi wanita subur. Seporsi daging kambing juga cukup membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh karena asupan kalium dari daging.

Bahkan, daging kambing menyediakan vitamin B12 yang amat penting untuk kesehatan sel darah merah dan niasin (vitamin B3).
Bikin jantung sehat

Keunggulan lain dari daging kambing adalah hanya memiliki kurang dari 1 gram kolesterol dalam setiap 100 gram daging. Daging kambing merupakan pilihan terbaik untuk disantap dalam bentuk steak, burger atau lainnya.

Sunday, 6 May 2012

Kanker Payudara pada Pria Lebih Mematikan

Bramirus Mikail | Asep Candra | Senin, 7 Mei 2012 | 11:13 WIB
KOMPAS.com - Kanker payudara pada dasarnya dapat menyerang pada pria maupun wanita. Meskipun kasus kanker payudara pada pria lebih jarang terjadi, tetapi riset terbaru mengindikasikan bahwa kanker payudara pada pria mungkin bisa lebih mematikan ketimbang wanita.

"Pria yang mengidap kanker payudara mungkin kurang mendapatkan perawatan standar, berbeda dengan yang selama ini para wanita dapatkan," kata penulis studi, Dr Jon Greif, seorang ahli bedah payudara di San Francisco Amerka Serikat.

Greif mengatakan, tingkat kelangsungan hidup untuk pria yang memiliki kanker payudara secara keseluruhan lebih rendah ketimbang  wanita, setidaknya saat didiagnosa pada tahap awal.

Rencanya Greif akan mempresentasikan temuannya dalam sebuah pertemuan tahunan American Society of Breast Surgeons di Phoenix.

Greif dan rekan menegaskan, walau bagaimanapun, beberapa perbedaan yang mereka temukan mungkin tidak dapat dibuktikan dalam praktek klinis.

Greif mengakui, riset yang dilakukannya memiliki keterbatasan karena mereka menggunakan database pasien kanker payudara yang sudah meninggal namun tidak diketahui apa penyebab kematiannya. Jadi, sulit untuk mengetahui apakah mereka meninggal akibat kanker atau sesuatu yang lain.

Banyak pria tidak menyadari bahwa mereka bisa terkena kanker payudara. Bahkan, data yang dimiliki American Cancer Society memperkirakan, ada sekitar 2.200 kasus baru kanker payudara pada laki-laki pada tahun ini. Diperkirakan, 410 orang akan meninggal karena kanker payudara pada tahun 2012 di Amerika Serikat.

Kajian Riset


Dalam kajiannya, Greif membandingkan sekitar 13.000 pria dengan kanker payudara, yang teridentifikasi dalam National Cancer Data Base dan lebih 1,4 juta wanita dengan kanker payudara. Data tersebut diperoleh sejak tahun 1998-2007. Para peneliti mengevaluasi karakteristik kanker dan tingkat kelangsungan hidup pasien dengan mempertimbangkan usia, etnis dan faktor lainnya.

Pria dengan kanker payudara lebih mungkin dari kalangan orang kulit hitam dibandingkan wanita dengan kanker payudara (11,7 persen berbanding 9,9 persen), dan sangat jarang terjadi pada ras Hispanik (3,6 persen pada pria dan 4,5 persen pada wanita). Selain itu, berdasarkan usia, pria umumnya baru terdiagnosis kanker payudara ketika memasuki usia rata-rata 63 tahun, sedangkan pada wanita 59 tahun.

Tumor pada pria juga lebih besar ketika didiagnosis, dan penyebarannya sampai ke kelenjar getah bening serta ke bagian tubuh lain. Studi juga menemukan bahwa pria dengan kanker payudara memiliki sedikit kesempatan untuk mendapatkan mastektomi parsial dan menerima radiasi. Greif bahkan menemukan bahwa harapan hidup wanita dengan kanker payudara dalam jangka waktu lima tahun ke depan sekitar 83 persen, namun pada pria hanya 74 persen - berlaku untuk setiap tingkat stadium kanker.

"Perempuan selama ini sangat ditekankan untuk mendapatkan pemeriksaan payudara dan mammografi," kata Greif.
Itulah sebabnya kenapa wanita dengan kanker payudara lebih sering terdiagnosis lebih awal, ketika tumor masih kecil. Greif mengungkapkan, perlu kesadaran yang lebih terutama pada pria untuk memeriksakan payudaranya.

Susan Boolbol, kepala divisi operasi payudara di Beth Israel Medical Center, New York City mengatakan, temuan ini sangat berharga karena melihat dampak kanker payudara dari sisi perbedaan gender, meskipun penelitian ini memiliki keterbatasan.

"Selama bertahun-tahun orang beranggapan bahwa tingkat stadium dan jenis kelamin tidak memengaruhi terhadap perkembangan kanker payudara," kata Boolbol.
Namun penelitian terbaru ini, lanjut Boolbol, memberikan hasil yang sebaliknya dengan melibatkan sejumlah besar pasien pria dengan kanker payudara, dibandingkan penelitian sebelumnya yang sudah pernah dilakukan

Boolbol mengatakan, kurangnya informasi mengenai penyebab kematian dari pasien pria dengan kanker payudara dianggap sebagai keterbatasan utama dari temuan tersebut. Meski begitu, "ini adalah studi yang sangat menarik, dan temuan ini akan membuka jalan supaya lebih banyak lagi penelitian yang dilakukan khususnya pada pasien pria dengan kanker payudara," ujarnya.

"Penelitian ini juga dapat meningkatkan kesadaran kita bahwa pria memang memiliki risiko untuk mengembangkan kanker payudara," kata Boolbol.

American Cancer Society menyarankan supaya kaum pria tetap waspada terhadap risiko perkembangan kanker payudara dengan memperhatikan gejala-gejala yang ditimbulkan seperti benjolan atau bengkak pada payudara, kerutan, kemerahan pada puting susu atau kulit payudara, dan puting rusak.



Break time 

Thursday, 3 May 2012


Makam malam bersama teman-teman dan Pak Dekan yang TOP BGT..

Makalah Pengemas IBNU dKK


Implementasi Metode-Metode Partisipatif untuk Pengembangan Masyarakat
Oleh :

Kelompok 5[1]

PENDAHULUAN

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) merupakan salah satu bentuk pengembangan masyarakat yang ada di Desa Cintamekar.Desa Cintamekar merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Sagalaherang, Subang, Jawa barat. Dilihat dari kondisi geografis, desa ini memiliki wilayah yang sangat luas dengan sawah yang membentang di setiap sisi jalan desa. Sungai Ciasem yang mengalir di daerah ini merupakan salah satu potensi sumber daya yang sangat bermanfaat.Terlihat rumah-rumah warga Desa Cinta Mekar yang beraneka ragam dari rumah yang sangat sederhana hingga rumah yang sangat mewah, koperasi Cintamekar, serta PLTMH yang letaknya tidak begitu jauh dari koperasi Cintamekar.Kondisi masyarakat desa Cintamekar sudah cukup baik dengan adanya PLTMH, dibandingkan sebelum adanya PLTMH,karena pada saat ini anak-anak di desa Cintamekar dapat mengenyam pendidikan hingga ke jenjang SMA bahkan ada yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dan banyak pengusaha yang ingin bekerjasama dengan para petani dalam bentuk penanaman modal.
Masyarakat setempat dapat dipandang sebagai suatu unit sosial yang terorganisasikan dalam kelompok-kelompok dengan kepentingan bersama. Konsep masyarakat di desa ini lebih menunjukkan ciri-ciri komunitas yaitu bertempat tinggal di suatu wilayah, yang tidak lain adalah wilayah Desa Cintamekar, dan adanya interaksi yang besar juga hubungan sosial antar para anggotanya. Hal ini dapat dilihat dari komunikasi efektif yang terjalin pada warga.
Pembangunan PLTMH yang diprakarsai oleh Ibu Tri Mumpuni merupakan salah satu bentuk pengembangan masyarakat karena dalam setiap konteksnya, terdapat suatu pengarahan dalam bentuk bimbingan ataupun pelatihan dan terdapat partisipasi dari masyarakat sekitar dalam perencaan kegiatan pengembangan masyarakat hingga pelaksanaannya. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari wawancara dengan masyarakat sekitar, diketahui bahwa dalam proses pembangunan, masyarakat senantiasa dilibatkan. Tujuan pembangunan PLTMH ini tidak lain adalah untuk menyejahterakan kehidupan warga Desa Cintamekar. Hadirnya PLTMH dan program-program seperti koperasi juga beasiswa berdampak pada peningkatan pendapatan dan pendidikan orang-orang di desa ini. Cara kerja yang diterapkan mengutamakan partisipasi dari warga sekitar sehingga pengetahuan masyarakat akan teknologi mikro-hidro bertambah.
Asas yang diterapkan dalam kasus ini adalah komunitas dilibatkan dalam setiap proses pengambilan keputusan juga membuka akses warga atas bantuan profesional, yaitu bantuan dari yayasan IBEKA dan UN-ESCAP juga PT HIPS yang memberikan pelatihan terkait teknik untuk membangun PLTMH. Sedangkan prinsip yang dianut antara lain sustainability karena PLTMH masih tetap berjalan walaupun IBEKA dan Ibu Tri Mumpuni sudah tidak terlalu sering mengawasi PLTMH ini, empowerment karena dalam pelaksanaan maupun pembangunan PLTMH ini memberdayakan semua masyarakt desa Cintamekar, self-reliance penduduk sekitar dalam pelaksanaan PLTMH berusaha memanfaatkan sumber daya yang mereka miliki dan tidak bergantung kepada bantuan dari luar, non-violence karena pengembangan masyarakat yang dilakukan tanpa paksaan dan masyarakat yang terlibat ikhlas dalam menjalankan seluruh kegiatan yang direncanakan, inclusiveness karena dalam pengembangan masyarakat PLTMH ini community worker yang terlibat tetap menghargai segala pendapat masyarakat setempat, consensus karena pembangunan PLTMH ini benar-benar dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat desa Cintamekar, co-operation karena dalam perencanaan maupun pelaksanaan PLTMH terlihat kerjasama yang baik antar masyarakat maupun antara masyarakat dengan community worker, participation karena dalam setiap proses dan kegiatan PLTMH masyarakat dilibatkan secara aktif , dan defining need karena PLTMH ini sangat menjadi kebutuhan dan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat setempat.
Pembangunan PLTMH ini dapat dijadikan sebagai salah satu contoh pembangunan masyarakat yang didasarkan pada paradigma “People Centered Development” yang berarti “Pembangunan yang berpusat pada Rakyat”. Berikut akan diuraikan pengembangan masyarakat yang merujuk kepada tujuh prinsip paradigma People Centered Development :
1.       Desentralisasi
Pembangunan PLTMH yang dilaksanakan di Desa Cinta Mekar merupakan pembangunan yang digagas atas inisiatif Ibu Tri Mumpuni beserta yayasan IBEKA dengan bantuan UN-ESCAP dan salah satu perusahaan swasta, tanpa bantuan pemerintah.
2.       Partisipasi
Masyarakat Desa Cinta Mekar turut berpartisipasi dalam proses pembangunan PLTMH. Pada awalnya partisipasi masyarakat dilihat dari tokoh-tokoh terkemuka di desa Cinta Mekar yang mau bersosialisasi dengan para fasilitator pembangunan PLTMH. Hingga pada akhirnya pembangunan PLTMH dibantu oleh masyarakat desa Cinta Mekar.
3.       Pemberdayaan
Dengan adanya bantuan pendidikan, kesehatan, listrik serta bantuan lainnya bagi masyarakat sekitar dan keberhasilan PLTMH, pengetahuan dan taraf hidup masyarakat meningkat.
4.       Pelestarian
Pembangunan yang dilaksanakan di Desa Cinta Mekar bukanlah sebuah eksploitasi sumberdaya melainkan sebuah proses dalam melestarikan dan memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki desa. Pembangunan dilakukan dari masyarakat sekitar untuk kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dengan bantuan yayasan IBEKA beserta UN-ESCAP dan perusahaan swasta.  
5.       Jejaring Sosial
Hubungan sosial dilakukan antar masyarakat dengan fasilitator agar tercipta hubungan yang baik dan bersifat kekeluargaan demi menjalankan pembangunan PLTMH.
6.       Keswadayaan Lokal
Pembangunan PLTMH dibangun berdasarkan pada keswadayaan lokal, yaitu kemampuan yang dimiliki oleh masyarakat lokal berupa sumber daya renewable (sungai).
7.       Sustainablity
Pembangunan yang berdasarkan pada rakyat akan berkelanjutan, dapat dibuktikan dengan berhasilnya pembangunan PLTMH di Desa Cinta Mekar pada tahun 2004 dan hingga saat ini pemanfaatan PLTMH tersebut mampu dikelola dengan baik oleh masyarakat sekitar, sehingga dapat dikatakan pembangunan PLTMH berkelanjutan bagi masyarakat desa Cinta Mekar.







[1] Ibnu Saputra (I34100087), Tari Anggraini S (I34100089), Maya Oktavia (I34100099), Chyntya Wijaya (I34100109),
   Diba Safitri (I34100111), Sahda Handayani (I34100128)



Metode partisipatif yang digunakan dalam program PLTMH beserta tahapannya

Metode partisipatif yang digunakan dalam pembangunan PLTMH yaitu LFA ( Logical Framework Approach). Dalam LFA, manajer pembangunan atau perencana (dalam kasus ini adalah Ibu Tri Mumpuni), berperan sebagai fasilitator. Salah satu penduduk yang melihat potensi sumber daya alam dan mengetahui tentang program PLTMH yang dimiliki oleh IBEKA memohon bantuan kepada IBEKA untuk membuat PLTMH di daerahnya. IBEKA kemudian mencoba menyelidiki dan membantu penduduk tersebut untuk mengatasi permasalahan dan membuat rencana tersebut terwujud.
Tahap pertama, IBEKA mengadakan suatu workshop atau lokakarya untuk memberitahukan rencana penduduk yang memohon bantuan kepada IBEKA. Dalam lokakarya tersebut penduduk dikumpulkan dan IBEKA memberikan informasi mengenai apa itu PLTMH , dalam lokakarya tersebut juga IBEKA memfasilitasi penduduk untuk menganalisis masalah-masalah apa saja yang dihadapi oleh penduduk dengan menyuruh penduduk tersebut menuliskannya di selembar kertas kecil dan menempelkannya di selembar kain yang direntangkan di ruangan lokakarya setelah penduduk selesai menuliskan permasalahan. IBEKA membantu penduduk untuk menganalisis pemecahan-pemecahan atau solusi dari permasalahan tersebut hingga akhirnya terbuatlah sebuah pilot project Pembangunan PLTMH, selanjutnya IBEKA memfasilitasi penduduk dengan mencarikan dana untuk pembangunan PLTMH  ke lembaga-lembaga yang ada baik dari lembaga pemerintah hingga lembaga swasta. Namun dari sekian banyak lembaga yang ada di Indonesia yang dikirimkan pilot project oleh IBEKA  tidak ada yang menanggapi akan tetapi ada satu lembaga yang memberikan dana hibah untuk pilot project ini yaitu UNESCAP (UNITED NATIONS ECONOMIC and SOCIAL COMMISSION FOR ASIA and THE PASIFIC) sebesar 750 ribu US dolar. Setelah dana didapatkan IBEKA mengadakan pertemuan kembali untuk membicarakan tentang teknis pembangunan (siapa saja yang akan membangun, waktu yang dibutuhkan untuk membangun dsb), membicarakan tentang penggunaan PLTMH tersebut mau di apakan (apa mau dipakai oleh semua penduduk atau dijual ke PLN),  membicarakan tentang perawatan PLTMH (mau bagaimana? apa di bentuk KOPERASI?) dari hasil pertemuan ini didapatkan solusi yaitu bahwa PLTMH yang dibuat akan di jual ke PLN sebagian akan diberikan gratis kepada penduduk yang benar-benar membutuhkan atau penduduk yang dikategorikan miskin oleh seluruh penduduk dan dibuat sebuah KOPERASI untuk mengurusi dana yang didapatkan dimana dana tersebut akan digunakan untuk perwatan PLTMH, beasiswa, dana simpan pinjam dan untuk kelancaran program-program yang telah dibuat dalam pertemuan-pertemuan.
Selain itu, metode partisipatif yang digunakan dalam program Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro adalah ToP atau Technology of Participation karena metode ini sesuai dengan yang dilakukan oleh ibu Tri Mumpuni dan Suami di Desa Cinta Mekar. Beliau membuat suatu kegiatan besar yaitu membangun pembangkit listrik menjadi langkah-langkah teknis yang mudah diaplikasikan dengan mengutamakan partisipasi warga. Dalam prosesnya, masyarakat turut berpartisipasi aktif. Tahap pertama adalah tahap diskusi, dimana ibu Tri Mumpuni mengadakan dialog terbuka dengan warga desa yang kemudian masing-masing menyumbangkan pemikirannya mengenai masalah di desa dan apa yang mereka inginkan, melalui tahap ini juga ibu Tri Mumpuni mengambil hati masyarakat agar mau berpartisipasi di program ini. Tahap berikutnya adalah workshop dimana masyarakat dilatih agar dapat mengenali kekurangan dan kelebihan desa mereka, membangun kesadaran mereka akan permasalahannya dengan memberikan mereka informasi-informasi dan pelatihan, kemudian meningkatkan rasa tanggung jawab yang secara langsung meningkatkan partisipasi mereka dalam program pembangunan pembangkit listrik tersebut dan membangun konsensus serta mengarahkan mereka ke tindakan yang akan diambil. Tahap terakhir adalah tahap perencanaan tindakan yang sudah disepakati bersama, dimana Ibu Tri Mumpuni beserta seluruh warga desa mulai merencanakan pembangunan pembangkit listrik, pemeliharaannya, serta keuangannya. Beliau juga mempersiapkan orang-orang yang akan mengurus pembangkit listrik tersebut serta mengevaluasinya.










































KESIMPULAN

Pengembangan Masyarakat berupa PLTMH jika dilihat dari teori-teori, pengembangan masyarakat yang dilakukan memandang pengembangan masyarakat sebagai suatu proses. Tingkat partisipatif masyarakat sangat tinggi, ditunjukkan dengan peran serta mereka dalam setiap proses pembangunan.  Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan parsipatoris dan menggunakan pola pengembangan masyarakat komunitas lokal.
            Untuk segi keberhasilan PLTMH memberdayakan masyarakat, kelompok kami menilai, bahwa program PLTMH sudah sangat mampu memberdayakan masyarakat sekitar .Hal ini dapat dilihat dari tahap awal pembanguan PLTMH, pemberdayaan masyarakat sudah menuju pada partisipasi warga komunitas khususnya dalam proses pengambilan keputusan dan perencanaan kegiatan, masyarakat selalu dilibatkan.
Selain itu manfaat dari PLTMH sudah dapat dirasakan oleh masyarakat desa Cintamekar yang diantaranya yaitu desa Cintamekar sudah tidak dikategorikan desa tertinggal, semakin mudahnya anak-anak desa Cintamekar dalam mengakses dunia pendidikan, dan dana dari hasil penjualan listrik yang dihasilkan oleh PLTMH ke PLN sangat bermanfaat untuk kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh koperasi Cintamekar seperti perawatan turbin, pemberian beasiswa bagi anak-anak desa Cintamekar, pemberian simpan-pinjam untuk masyarakat sekitar, dana bantuan bersalin, dan untuk perbaikan atau pembangunan fasilitas umum.





























DAFTAR PUSTAKA

Nasdian FN. 2006. Pengembangan masyarakat (community development). Bogor [ID]: Institut Pertanian Bogor. 145 hal.









































sekidar Info  Ghiboo.com - Lusa, umat muslim akan merayakan Hari Raya Idul Adha. Biasanya, hari raya ini diwarnai dengan ritual penyemb...